Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Alloh, kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, memohon ampunan kepadaNya, dan berlindung kepadaNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami … dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Alloh, yang Maha Esa dan tidak ada sekutu baginya, dan saya bersaksi bahwsanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Ammaa ba’du …

Lihatlah, Amerika baru saja ditimpa bencana dari Alloh SWT dalam salah satu liang kematiannya. Alloh telah menghancurkan gedung terbesar yang dimilikinya, maka segala puji syukur hanyalah untuk Alloh. Lihatlah, kini Amerika tengah diselimuti rasa takut, sejak dari utara hingga selatan, timur dan baratnya, maka segala puji syukur hanya untuk Alloh.

Apa yang dirasakan oleh Amerika hari ini sangatlah kecil dibandingkan apa yang kita rasakan sejak puluhan tahun. Umat kita sejak delapan puluh sekian tahun merasakan kehinaan ini. Anak-anaknya dibunuh, darahnya ditumpahkan, tanah sucinya dinodai, serta dipaksa menerapkan hukum selain hukum yang diturunkan oleh Alloh, tetapi tidak ada yang peduli dan bereaksi.

Continue reading ‘Pernyataan Usamah bin Laadin pada tanggal 7 oktober 2001’


interview aljazeera

Berikut teks wawancara Jamal Ismail, mantan koresponden Al Jazeera bersama Syaikh Usamah bin Ladin:

Jamaluddiin berkata: Di suatu tempat di gunung yang berada di wilayah Hilmandu selatan di Afghonistan, kami menyambut tamu kami Syaikh Usamah bin Muhammad bin Ladin.

Pertanyaan: Pertama dan kami mulai dengan menanyakan siapakah Syaikh Usamah bin Ladin, dan apa yang beliau inginkan?

Syaikh Usamah: Segala puji bagi Alloh, nama saya adalah Usamah bin Muhammad bin ‘Awadh bin Ladin, Alloh memberi anugerah saya dengan dilahirkannya saya oleh kedua orang tua yang muslim di Jazirah Arab di daerah Riyadh, tepatnya di daerah desa Al Mulz pada tahun 1377 H, kemudian Alloh memberi anugerah kepada kami pula dengan perginya kami ke kota Madinah setelah enam bulan dari kelahiran saya. Setelah itu, selanjutnya saya habiskan umur saya di Hijaz, antara Makkah, Madinah dan Jeddah. Bapakku adalah Syaikh Muhammad bin ‘Awadh bin Ladin berkelahiran Hadhromaut, beliau merantu ke Hijaz untuk bekerja sejak lebih dari tujuh puluh tahun.

Kemudian Alloh memberikan kepadanya sebuah kemulian yang tidak diberikan kepada konstruktor-konstruktor yang lainnya, yaitu dengan membangun Masjidil Harom yang di dalamnya terdapat Ka’bah Al Musyarofah. Kemudian melakukan pembangunan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwaroh. Kemudian ketika dia tahu bahwa pemerintah Yordania melakukan penawaran (tender) untuk merenovasi Qubatus Shokhroh. Maka beliau mengumpulkan para Insinyur dan meminta agar mereka mengecilkan biaya tanpa mengambil keuntungan, maka mereka menjawab: Kami dapat memberikan keuntungan dengan biaya renovasi. Maka beliaupun mengecilkan biaya sampai pembuat tender menawarkan kepadanya, sehingga beliau memenangkan tender.

Dan di antara karunia Alloh yang dianugerahkan kepada beliau adalah, kadang-kadang beliau dapat melaksanakan sholat di tiga masjid tersebut dalam satu hari. Juga tidak diragukan lagi bahwa beliu adalah salah satu dari orang-orang yang membangun infrastruktur Kerajaan Saudi Arabia. Kemudian, setelah itu saya belajar di Hijaz dan saya belajar perekonomian di Universitas Jeddah atau yang disebut dengan Jami’ah Al Malik Abdul Aziz. Dan dalam waktu yang masih dini saya sudah bekerjasama di perusahaan ayahku dalam pembangunan jalan, meskipun ayahku telah meninggal dunia ketika aku masih berumur sepuluh tahun. Inilah sekilas tentang riwayat hidup Usamah bin Ladin.

Adapun apa yang diinginkan oleh Usamah? Yang kami inginkan dan yang kami tuntut adalah merupakan hak semua makhluk hidup, kami menuntut supaya negeri kami bebas dari penjajahan musuh dan supaya negeri kami bebas dari penjajahan Amerika. Semua makhluk hidup ini telah Alloh beri fitroh kepribadian (tabiat) sehingga tidak mau ada orang lain yang mencampurinya. Coba perhatikan kepada binatang jinak, semoga kalian dimuliakan oleh Alloh, seandainya ada seorang tentara masuk ke kandang ayam dengan membawa senjata hendak merusak sarangnya, pasti ayam tersebut akan melawannya, meskipun ia hanya seekor ayam. Maka, sebenarnya yang kami tuntut adalah hak bagi seluruh makhluk hidup, apalagi jika makhluk hidup tersebut adalah manusia, apalagi manusia tersebut adalah kaum muslimin. Kaum muslimin telah dijajah negeri mereka, terutama tanah suci mereka.

Continue reading ‘Wawancara Dengan Stasiun TV Al Jazeera (1998 M)’


Diambil dari Buku “Nasehat dan Wasiat Kepada Umat Islam Dari Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin”

Sudah saatnya bangsa-bangsa muslim memahami bahwa negara-negara ini tidak lagi memiliki kedaulatan. Musuh-musuh kita seenaknya sendiri keluar masuk di wilayah laut, darat, dan udara kita, mereka menyerang tanpa pernah meminta izin kepada seseorangpun. Penguasa yang ada, jika tidak terlibat dalam konspirasi, adalah penguasa yang tidak mampu melakukan aksi apapun untuk melawan penjajahan yang terang-terangan ini. Oleh karena itu, kepada umat Islam, khususnya para pemimpin dan ulamanya yang tulus pedagang yang ikhlas, dan para pemuka suku; hendaknya berhijrah di jalan Allah dan mencari tempat untuk mengangkat bendera jihad dan mendorong umat untuk membela agama dan dunianya; karena jika tidak, semuanya akan musnah dari mereka. Jika mereka tidak mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, yang dulu terkenal aktivitasnya, namun kini bangsa ini – dan mereka saudara-saudara kita menjadi bangsa terusir di mana-mana. Akhir-akhir ini mereka menjadi buruh bagi orang-orang Yahudi penjajah. Orang-orang Yahudi menerima atau menolak mereka sesuka hatinya, dengan upah sangat tidak manusiawi.

Jadi, ini persoalan berbahaya. Jika kita tidak bergerak, sedangkan Ka`bah, kiblat 1.200.000.000 Muslim, sudah dilanggar kehormatannya, maka kapankah umat Islam akan bergerak ?! Ini persoalan besar yang harus diperjuangkan. Siapa yang mengira bahwa semua ini hanyalah serangan yang ditujukan kepada gerakan-gerakan Islam, maka pikiran ini keliru. Sebagai seorang muslim, kita yakin bahwa ajal sudah ditetapkan dan terbatas, tidak akan maju atau mundur, semenjak kita berada di dalam perut ibu; bahwa rezeki itu di tangan Allah. Jadi, jiwa ini diciptakan oleh Allah, harta ini Allah pula yang menganugerahkannya, kemudian Dia membeli jiwa dan harta itu dengan surga. Lantas, mengapa umat Islam enggan berpartisipasi dalam perjuangan membela agama?!

Continue reading ‘Fatwa dan Komentar Usaamah bin Ladin atas Berbagai Kejadian di Dunia Islam’


JALAN PENYELESAIAN PERANG
Dzul Hijjah 1426 H

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Dari Usamah bin Muhammad bin Ladin, kepada rakyat Amerika.

Salam sejahtera bagi siapa saja yang mengikuti kebenaran.

Suratku kepada kalian ini adalah berkenaan dengan perang di Irak dan Afghanistan, serta bagaimana jalan untuk menghentikannya. Dan sebelumnya saya belum pernah berbicara mengenai permasalahan ini, karena bagi kami permasalahannya sudah jelas. Sedangkan besi itu tidak dapat ditaklukkan kecuali dengan besi. Dan atas karunia Alloh, keadaan kami terus meningkat dari keadaan baik menuju yang lebih baik. Sedangkan keadaan kalian sebaliknya.

Akan tetapi yang membangkitkan keinginan saya untuk berbicara masalah ini adalah kesalahan-kesalahan presiden kalian yang dilakukan berulang kali, dalam memberikan komentar terhadap hasil jajak pendapat di antara kalian yang menunjukkan bahwasanya mayoritas rakyat kalian menghendaki penarikan pasukan dari Irak. Akan tetapi presiden kalian menentang keinginan tersebut, dan ia mengatakan bahwasanya menarik pasukan dari Irak akan memberikan pesan yang salah bagi musuh. Dan bahwasanya memerangi musuh di negeri mereka itu lebih baik daripada mereka memerangi kita di negeri kita.
Continue reading ‘Surat Kepada Rakyat Amerika’




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.