Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Alloh, kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, memohon ampunan kepadaNya, dan berlindung kepadaNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami … dan saya bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Alloh, yang Maha Esa dan tidak ada sekutu baginya, dan saya bersaksi bahwsanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
Ammaa ba’du …
Lihatlah, Amerika baru saja ditimpa bencana dari Alloh SWT dalam salah satu liang kematiannya. Alloh telah menghancurkan gedung terbesar yang dimilikinya, maka segala puji syukur hanyalah untuk Alloh. Lihatlah, kini Amerika tengah diselimuti rasa takut, sejak dari utara hingga selatan, timur dan baratnya, maka segala puji syukur hanya untuk Alloh.
Apa yang dirasakan oleh Amerika hari ini sangatlah kecil dibandingkan apa yang kita rasakan sejak puluhan tahun. Umat kita sejak delapan puluh sekian tahun merasakan kehinaan ini. Anak-anaknya dibunuh, darahnya ditumpahkan, tanah sucinya dinodai, serta dipaksa menerapkan hukum selain hukum yang diturunkan oleh Alloh, tetapi tidak ada yang peduli dan bereaksi.
Ketika Alloh memberikan taufiq kepada salah satu bintang dari bintang-bintang Islam, salah satu kelompok garda terdepan dari garda-garda Islam, Alloh memberikan kemenangan kepada mereka, sehingga mereka berhasil menghancurkan Amerika dengan dahsyat, saya memohon kepada Alloh agar meninggikan kedudukan mereka (para pelakunya) dan mengaruniakan kepada mereka syurga firdaus yang paling tinggi, karena Dia adalah yang berwenang dan berkuasa untuk itu. Ketika mereka melakukan pembalasan untuk putra-putra mereka yang lemah serta saudara-saudara mereka di Palestina dan di kebanyakan negeri Islam, maka seluruh dunia ribut. Orang-orang kafir ribut dan diikuti oleh orang-orang munafik. Satu juta anak tak berdosa dibunuh hingga saat saya berbicara ini, dibunuhi di Irak tanpa ada dosa yang pernah mereka lakukan, tetapi kita tidak mendengar ada yang mengecam, kita tidak mendengar fatwa dari pemerintah dan penguasa.
Pada hari-hari ini, tank-tank dan kendaraan-kendaraan militer Israel memasuki tanah Palestina untuk merusaknya, di Jenin, Ramallah, Rafah, Baitjala, dan tanah-tanah Islam lainnya, tetapi kita tidak mendengar orang yang bersuara lantang atau terusik. Namun, setelah delapanpuluh tahun berlalu, sebilah pedang datang menebas Amerika, maka muncul dan nongollah orang-orang munafik dengan kepalanya, berduka cita dan ikut prihatin atas apa yang menimpa orang-orang yang telah membunuh dan mempermainkan darah, kehormatan dan tanah suci umat Islam. Paling tidak, orang-orang semacam ini layak disebut sebagai orang fasik yang mengikuti kebatilan. Mereka membela penjagal seraya mengabaikan orang-orang yang dibantainya. Mereka membela orang yang mendholimi anak-anak yang tak berdosa. Cukuplah Alloh yang membuat perhitungan dengan mereka, semoga Alloh SWT memperlihatkan kepada kita hukuman setimpal yang layak mereka dapatkan. Saya katakan, persoalan ini jelas dan gamblang.
Setiap muslim sepatutnya memahami, sesudah peristiwa ini dan sesudah para tokoh yang bertanggung jawab di Amerika Serikat, bermula dari dedengkot kekafiran internasional, Bush, dan orang-orang yang menyertainya. Mereka telah berangkat dengan psukan kavaleri dan infantrinya untuk mengeroyok kita, sampai-sampai mereka juga mengikutsertakan negara-negara yang mengaku sebagai negara Muslim, untuk menyerang sekelompok kecil yang muncul untuk menyatakan kepatuhannya hanya kepada Alloh SWT, menolak kehinaan dalam agamanya. Mereka berangkan memerangi Islam dan mencampakkannya di hadapan manusia, dengan menyebutnya sebagai terorisme.
Sebuah bangsa yang berada di kawasan Timur Jepang telah membunuh ratusan ribu anak-anak dan orang tua, tetapi ini bukan kejahatan perang. Ini adalah persoalan yang masih bisa diperdebatkan. Sejuta anak Irak terbunuh, adalah persoalan yang masih bisa diperdebatkan. Adapun ketika ada 17 orang dari mereka yang terbunuh di Nairobi dan Daarussalaam, kontan Afghanistan dibombardir, Irakpun dibombardir, dan seluruh orang munafik berdiri di belakang dedengkot kekafiran dunia, di belakang Amerika dan sekutu-sekutunya. Saya katakan, peristiwa-peristiwa ini telah membagi seluruh dunia ke dalam dua kubu, kubu iman yang tidak dicampuri dengan kemunafikan dan kubu kekafiran, semoga Alloh SWT melindungi kita semua darinya. Sepatutnya setiap muslim bersiaga membela agamanya, kerena angin keimanan telah berhembus, angin perubahan telah berhembus, untuk menyingkirkan kebatilan dari jazirah Muhammad SAW.
Adapun kepada Amerika dan bangsa Amerika, saya hanya akan menyatakan beberapa patah kata: Aku bersumpah dengan nama Alloh yang Maha Agung, Yang meninggikan langit tanpa dengan tiang, orang Amerika dan orang-orang yang hidup di Amerika, tidak akan pernah bermimpi memperoleh rasa aman, sebelum kami benar-benar merasakannya di Palestina, dan sebelum seluruh pasukan kafir keluar dari tanah Muhammad SAW.
Allohu Akbar! Kemuliaan itu hanyalah milik Islam.
As Salaamu ‘Alaikum.
Filed under: WTC | Leave a Comment



Menyelami pemikiran tokoh yang paling diburu di seluruh dunia, menghadirkan sejumlah tulisan dan seruan-seruannya bagi para perindu kejayaan Islam